PESANSEKARANG ☎ WA 0813 2744 6997 Pengajuan Kpr Renovasi Rumah Lebaksiu, Tegal 52461 PESAN SEKARANG ☎ WA 0813 2744 6997 Pengajuan Kpr Renovasi Rumah Lebaksiu, Tegal 52461 ~ ☎ WA 0813 2744 6997 Tips Bangun Rumah Tanpa Modal Tegal Barat, Tegal 52117 ☎ WA 0813 2744 6997 Bangun Rumah Biaya 50jt Margadana, Tegal 52147 APLIKASIRENCANAANGGARAN BIAYA. Aplikasi yang digunakan untuk membantu menghitung atau memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun sebuah bangunan (rumah, gudang, dan bangunan lain). Dalam Aplikasi RAB kita dapat menambahkan, mengubah atau menghapus data harga bahan, pekerja maupun data analisa harga satuan. Adapunkeuntungan unit Usaha SPBU ditentukan oleh perusahaan induknya PT PERTAMINA selaku franchiesor yaitu untuk SPBU Standard dengan provit margin Rp 180;(seratus delapan puluh rupiah) per liternya sedangkan untuk SPBU Way yang telah menerapkan program SPBU Pastipas maka Provit marginya adalah Rp 205;(dua ratus lima rupiah) per liternya. Rincianmodal usaha SPBU meliputi tanah, biaya pembangunan, dan operasional. Namun, tak perlu khawatir pasalnya banyak perusahaan siap menjadi mitra untuk mengelola rincian modal usaha SPBU tersebut. Masyarakat sebagai calon investor cukup menyediakan modal paling tidak Rp500 juta ditambah lahan seluas 1.500 m2 dengan lebar depan 30 meter. rencanaanggaran biaya pembangunan spbu. Uncategorized · February 12, 2021. rencana anggaran biaya pembangunan spbu. Perlengkapan Yang Harus Disediakan Dalam Rangka Mendukung jasa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Secara Maksimal. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum mempunyai posisi krusial bagi terlaksananya aktivitas sehari-hari masyarakat. AEfMA. Banyak celah bisnis yang saat ini masih terbuka lebar. Peluang tersebut tentunya bisa mendatangkan keuntungan yang tak sedikit bila mampu mengelolanya dengan baik. Salah satu peluang bisnis yang cukup menggiurkan adalah usaha SPBU. Memang tidak banyak yang bergelut di bidang usaha ini. Salah satu alasan klasik adalah modal awal yang diperlukan tidak sedikit. Bahkan, beredar kabar untuk mendirikan sebuah SPBU dibutuhkan dana miliaran rupiah. Benarkah demikian. Jadi, berapa sebetulnya modal awal untuk pendirian SPBU? Bagaimana pula pebisnis pemula bisa merintis usaha SPBU? Silakan simak uraiannya berikut ini. Saat ini usaha SPBU telah menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini disebabkan besarnya keuntungan per hari yang bisa didapatkan oleh SPBU tersebut, walaupun resiko untuk mengalami kerugian juga cukup besar. Sebagai contoh SPBU bersertifikat PastiPas Silver yang perkiraan marginnya adalah sebesar Rp 235. Jika SPBU tersebut mampu menjual premium sebanyak liter per hari, maka total keuntungan kotor yang didapatkan setiap harinya adalah sebesar Rp 235 X liter = Rp Tentunya keuntungan ini belum dikurangi biaya operasional dan biaya penguapan kalau ada. Sebagaimana halnya dengan jenis-jenis bisnis lainnya, bisnis SPBU juga tidak lepas dari kemungkinan untuk mengalami kerugian yang besar. Kerugian tersebut bisa disebabkan oleh hal-hal yang tidak terduga. Sebagai contoh ketika pemerintah menetapkan harga BBM untuk premium pada tanggal 1 Januari 2015 menjadi sebesar Rp per liter, sementara pada hari sebelumnya para pengusaha SPBU sudah membeli stok premium dengan harga Rp per liter. Bisa dibayangkan besarnya kerugian yang dialami oleh pihak SPBU. Menurut informasinya, kerugian total pengusaha SPBU yang dialami SPBU di seluruh wilayah Indonesia mencapai Rp 127 miliar. Rincian Modal Usaha SPBU hingga Beroperasi Berdasarkan informasi dari PT Pertamina bahwa perkiraan modal awal atau modal usaha SPBU hingga beroperasi adalah kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 8 miliar. Perkiraan tersebut tergantung pada harga tanah yang akan dibangun SPBU di atasnya. Jika lokasi tanah tersebut strategis, maka modal awal tentu lebih besar, tetapi waktu untuk kembali modal juga lebih cepat. Modal usaha SPBU bagi pebisnis pemula sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 8 miliar di atas dipergunakan untuk mempersiapkan hal-hal yang harus terpenuhi dalam mendirikan SPBU. Hal-hal tersebut sudah merupakan ketetapan dari pihak PT Pertamina. Hal-hal tersebut terdiri dari 1. Biaya Persyaratan Lokasi Untuk persyaratan lokasi SPBU, pihak PT Pertamina telah menetapkan ketentuan bahwa jika lahan yang akan dibanguni SPBU terletak di jalan besar atau jalan utama, maka dipersyaratkan luasnya haruslah memiliki ukuran minimal meter persegi. Sedangkan untuk akses jalan lokal minimal meter persegi. SPBU sendiri terdiri dari tiga tipe, yaitu tipe A, B, dan C. Untuk SPBU tipe A, dipersyaratkan memiliki luas lahan minimal berukuran meter persegi, lebar muka minimal 20 meter, lebar samping minimal 90 meter. Untuk SPBU tipe B dipersyaratkan memiliki luas lahan minimal berukuran meter persegi, lebar muka minimal 20 meter, lebar samping minimal 75 meter. Adapun SPBU tipe C dipersyaratkan memiliki luas lahan minimal berukuran meter persegi, lebar muka minimal 20 meter, lebar samping minimal 65 meter. Dari penjelasan di atas bisa tergambar besarnya modal awal yang harus dipersiapkan hanya untuk membeli lahan saja, belum termasuk persiapan modal usaha SPBU hingga beroperasi yang lainnya. 2. Biaya Perizinan Di antara alokasi dana modal usaha SPBU sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 8 miliar tersebut adalah biaya perizinan. Dalam hal ini, pihak PT Pertamina telah menetapkan beberapa persyaratan umum perizinan yang harus terpenuhi. Persyaratan-persyaratan tersebut adalah a. Menyetor foto copy KTP pemilik badan usaha b. Biodata perusahaan atau akta pendirian perusahaan c. Lay out bangunan SPBU d. Peta lokasi SPBU dalam skala 1 atau lebih besar, serta peta topografi dalam skala 1 e. Foto copy IPPT Izin peruntukan penggunaan tanah f. Foto copy ijin gangguan g. Foto copy IMB Izin mendirikan bangunan h. Bukti telah mendapatkan pengesahan meter pompa SPBU dari instansi yang berwenang i. Foto copy ijin timbun tangki dari instansi yang berwenang j. Dokumen pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan skala kegiatan k. Fotokopi surat izin pembangunan SPBU dari Jasamarga khusus bagi pendaftar yang memiliki lokasi di jalan tol l. Nama Kelurahan yang tercatat di sertifikat tanah harus betul-betul sesuai dengan lokasi pendirian SPBU yang didaftarkan 3. Biaya Pengadaan Sarana dan Prasarana Di antara alokasi dana modal usaha SPBU bagi pebisnis pemula sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 8 miliar tersebut adalah untuk biaya pengadaan sarana dan prasarana yang telah ditetapkan oleh pihak PT Pertamina. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut • Sarana pemadam kebakaran yang sesuai dengan pedoman PT Pertamina • Sarana lindungan lingkungan yang mencakup instalasi pengolahan limbah, Instalasi oil catcher dan well catcher, Instalasi sumur pantau, serta Saluran bangunan/drainase sesuai dengan pedoman PT Pertamina • Sistem keamanan yang mencakup adanya pipa ventilasi tangki pendam, adanya ground point/strip tahan karat, adanya dinding pembatas/pagar pengaman, serta terdapat rambu-rambu tanda peringatan • Sistem pencahayaan berupa lampu penerangan yang betul-betul menerangi seluruh jalur dan area pengisian BBM, serta papan penunjuk SPBU yang mudah dilihat oleh para pengendara • Peralatan dan kelengkapan filling BBM sesuai dengan standar PT. Pertamina berupa tangki pendam, pompa, serta pulau pompa. • Peralatan pencegahan seperti racun api, sensor api, perangkat pemadam kebakaran • Perlengkapan peralatan dan fasilitas umum seperti lambang pertamina, generator, musholla, toilet, lahan parkir, serta instalasi air dan listrik yang memadai • Perlengkapan rambu-rambu standart seperti jagalah kebersihan, dilarang menggunakan telepon seluler, dilarang merokok, serta tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran. Ketiga point di atas harus terpenuhi seluruhnya jika ingin mendapatkan perizinan dari pihak PT Pertamina untuk mendirikan SPBU. Jika melihat gambaran di atas, maka sangat wajar jika modal usaha SPBU hingga beroperasi membutuhkan anggaran sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 8 miliar. Ini belum lagi persiapan gaji karyawan serta mobil operasional yang nantinya dibutuhkan untuk kelancaran operasional SPBU. Bentuk Kerjasama PT Pertamina dengan Pihak SPBU Untuk melengkapi pembahasan seputar modal usaha SPBU, ada baiknya jika disebutkan bentuk kerjasama yang bisa terjalin antara dengan pihak SPBU. Bentuk kerjasama tersebut ada 2 Company Owned Dealer Operated Kerjasama SPBU CODO adalah bentuk kerjasama antara PT Pertamina PERSERO dengan beberapa pihak-pihak tertentu. Kerjasama yang terjalin dalam hal ini adalah pemanfaatan lahan milik perusahaan atau individu untuk dibanguni SPBU. 2. DODO Dealer Owned Dealer Operated Kerjasama SPBU DODO adalah bentuk kerjasama antara PT Pertamina PERSERO dengan calon mitra, di mana lokasi dan investasi seluruhnya merupakan tanggung jawab dan beban individu calon mitra untuk menyediakannya. Untuk mengembangkan outlet non PSO pada saat ini SPBU DODO hanya menjual jenis produk Premium dan BBK. Demikianlah artikel seputar modal usaha SPBU hingga beroperasi, khususnya bagi pebisnis pemula. Mudah-mudahan artikel di atas bisa memberikan penjelasan dan gambaran besar seputar masalah ini, sehingga Anda bisa menjadikannya sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk memulai bisnis SPBU. Semoga bermanfaat. Nelayan bersiap mencari ikan di laut, di kampung nelayan Ketapang, Mauk, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal JAKARTA, - Pemerintah akan mempercepat pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum untuk nelayan SPBUN, yang disadari sangat dibutuhkan untuk memberikan kemudahan bagi nelayan dalam mendapatkan solar bersubsidi. Kementerian Koperasi dan UKM Kemenkop UKM bekerja sama dengan Kementerian BUMN, Pertamina, dan BRI dalam menghadirkan SPBUN Program Solar untuk Koperasi Solusi. “Program SPBUN merupakan solusi bagi nelayan yang memiliki kapal ukuran 10 GT ke bawah untuk mendapatkan harga solar sesuai dengan harga resmi Rp per liter. Sebab, data menunjukkan nelayan kecil menghabiskan biaya produksi 60% untuk membeli solar dan nelayan membelinya dengan harga mahal Rp sampai Rp sehingga pengeluaran nelayan tinggi dan kesejahteraannya tergerus,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam siaran pers, Jumat 9/6/2023. Teten mengatakan, dari desa nelayan, hanya ada 388 SPBU bersubsidi. Akibatnya, sebagian besar nelayan membeli solar dengan harga di atas harga pasar. Tidak bisa tidak, nelayan sangat membutuhkan hadirnya SPBUN di daerahnya. Saat ini baru ada tujuh SPBUN sebagai piloting, namun Presiden Jokowi telah meminta untuk membangun 250 SPBUN. Dengan nilai pembangunan satu SPBUN sebesar Rp 250 juta, target pembangunan 250 SPBUN diharapkan dapat segera tercapai menggandeng BRI dan Pertamina. Namun, Menkop UKM mengingatkan bahwa SPBUN Solusi hanya dikelola oleh koperasi dan meminta nelayan-nelayan dapat berkonsolidasi dalam sebuah koperasi. “Lewat SPBUN, nelayan dapat membeli solar bersubsidi melalui aplikasi MyPertamina. Dengan demikian nelayan punya jatah solarnya di SPBUN, karena datanya sudah terekam by name, by address, dan by volume. Tidak akan ada lagi nelayan yang membeli solar di tengah laut,” kata Teten. Sebelumnya, Menteri Teten telah meresmikan pembangunan SPBUN Solusi di Teupin Gaki Tuan, Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupeten Aceh Besar, pada Mei 2023 yang menjadi bagian dari piloting Program SPBUN Solusi. Editor Thomas Harefa thomas Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS KONTRAKTORPEMBANGUNAN & RENOVASI SPBU CV. ANA KARYA KEUNTUNGAN keuntungan yang sangat menarik . menguasai lahan dan asset yang dibangun, tidak hanya menjadi dukungan dari PERTAMINA, baik dari aspek teknis, pemasaranmaupun managerial yang dimulai sejak pendaftaran menjual produk Premium, Solar, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex,LPG dan seluruh produk pelumas pengembalian modal BEP relative kurang dari 5 proses dilaksanakan transparan prosedur, biaya, progress, evaluasi. pada bisnis-bisnis Pertamina lainnya di SPBU, seperti Convenience Store,Pertamina Speed, dan bisnis-bisnis lainnya. PERSYARATAN UMUM Negara modal berupa • Penguasaan atau kepemilikan lahan untuk lokasi SPBU. • Modal investasi pembangunan SPBU dan mengikat perjanjian dengan mengelola dan mengendalikan SPBU sesuai standar Pertamina . PROSEDUR pengisian aplikasi PERTAMINA Persero melakukan evaluasi dan analisa terhadap aplikasiformulir yang masuk dan menyertakan dokumen pendukung melalui dokumen yang dibutuhkan KTP Perorangan, Akte Pendirian Perusahaan PT atauAkte Pendirian Koperasi Koperasi. Keterangan dan Catatan Keterangan dari PEMDA tentang peruntukan tanah Vitae Biodata . FAIZAL ARIF Telp. 031-78404645, Mobile 081331310689Website