Merawatbunga menghilangkan stres dan kejenuhan di tengah pandemi! sumber: dokumen pribadi Pandemi virus covid-19, secara terang-terangan telah merubah kehidupan manusia di seluruh dunia. Banyak hal di dalam kehidupan kita yang yang berubah otomatis setelah pandemi ini menerjang berbagai Negara. Banyak korban berjatuhan dan kehilangan nyawa dikarenakan terdampak virus covid-19! Ekonomi, sosial, ko Mendeskripsikanpola kehidupan masyakat petani dalam kegiatan bercocok tanamnya. 2. Merumuskan interaksi sosial petani kedalam konsep karya seni patung. 3. Memvisualisasikan ekspresi kegiatan petani menjadi bentuk karya patung. E. Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. memberikesempatan masyarakat untuk melakukan kegiatan bercocok tanam sepanjang musim. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo juga memberikan sumber air ketika musim kemarau, berbagai kebutuhan hidup dapat tercukupi. DAS Bengawan Solo ini juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi bagi penduduk yang tinggal di sekitar aliran seperti di Tujuanpenyiangan adalah untuk mengurangi/menghilangkan persaingan antara tanaman pokok dengan gulma. Pemupukan; Pemberian pupuk kandang diberikan pada saat dilaksanakan oversack/over pot tanaman, sedangkan pemberian pupuk buatan seperti NPK, urea, KCl, ZA dan pupuk daun lainnya dilaksanakan setiap 3 bulan sekali atau lebih disesuaikan dengan Semuaaspek tersebut mempunyai penjelasan berbeda setiap pergantian masa. Hal inilah yang membawa pengaruh bagi masyarakat hutan dalam melaksanakan kegiatan bercocok tanam, dan memperoleh manfaat dari sumber daya yang ada. Kejadian perubahan iklim mempengaruhi kalender musim yang dimiliki olah masyarakat. A Ciptakan lingkungan yang hijau dengan bercocok tanam di sawah. B. Marilah kita melaksanakan kegiatan tersebut sesuai arahan pemandu. C. Mari kegiatan bercocok tanam ini kita lakukan dengan senang hati. D. Ayo menanam padi dengan sungguh-sungguh agar hasil panen melimpah . 32. Puting beliung telah porak poranda beberapa rumah warga. TrenBaru di Masa Pandemi: Asyiknya Menanam Tanaman Hias di Rumah! ludyah annisah September 18, 2020. Salah satu aktivitas seru yang saya lakoni selama masa pandemi ini, yakni menanam tanaman hias di rumah. Asli deh, enggak nyangka kalau ternyata emang se-asyik itu lho! "Menanam tanaman itu aslinya emang menyenangkan (pake banget). Tapi, yang Katakunci : Bercocok Tanam, Stress, dan Pandemi. Pendahuluan Dimasa pandemi Covid'19 ini , kita ketahui bahwa seluruh aktivitas diluar rumah sangat dibatasi oleh pemerintah baik kegiatan santai, formal, dan semi formal harus senantiasa dibatasi guna kemaslahatan bersama dan masing-masing individu. Secarateori, bercocok tanam akan menumbuhkan kesadaran pada anak tentang perlunya bersabar menunggu proses. Setiap benih membutuhkan waktu yang panjang hingga bisa dipanen. Bercocok tanam juga mengajarkan tentang mengagumi karya cipta Tuhan Yang Maha Besar. C Manfaat Kegiatan Praktek Lapang. Manfaat dari kegiatan praktek lapang yaitu: 1. Bagi mahasiswa, sebagai bahan pelajaran dalam meningkatkan pengetahuan tentang kehidupan sosial dan budaya di daerah pedesaan khususnya di Desa Kanreapia. 2. Mahasiswa dapat mengobservasi peristiwa sosial dalam objek penelitian. rqqEj. Akibat pandemi COVID-19, kita dianjurkan untuk sebanyak mungkin menghabiskan waktu di rumah saja. Kemudian, mungkin kita menyadari muncul hobi baru teman-teman sekitar yang juga menghabiskan banyak waktu di rumah, salah satunya adalah bercocok tanam. Kegiatan bercocok tanam ini mungkin tadinya identik dengan hobi Oma dan Opa di rumah. Padahal, bercocok tanam tidak hanya untuk keindahan taman rumah saja, tapi juga bermanfaat untuk tubuh, lho! Jika selama ini tanaman hias hanya bisa kamu lihat di tempat umum, sekarang mungkin saatnya kamu punya sendiri di rumah. Kamu bisa memilih tanaman hias, bunga-bungaan, atau yang menghasilkan buah. Secara umum, setiap tanaman pasti punya manfaat baik untuk pemiliknya. Apabila kamu masih menimbang-nimbang mau mulai bercocok tanam di rumah, berikut Nusantics Blog berikan beberapa alasan mengapa kamu tak perlu ragu untuk bercocok tanam mulai sekarang! 1. Baik untuk Microbiome Tanah juga memiliki penghuninya sendiri, dari yang kelihatan sampai tidak kelihatan langsung oleh mata. Tanah dihuni oleh triliunan bakteri, jamur, virus, protozoa, dan makhluk berukuran mikro lainnya. Mereka bisa juga disebut sebagai microbiome tanah. Baca Juga Peran Mikroorganisme pada Tanah yang Sehat Tanah merupakan salah satu media yang dapat memberikan keragaman microbiome untuk tubuhmu. Keragaman microbiome dapat mendukung penyeimbangan fungsi kekebalan tubuh, sehingga tubuh dapat merespon dengan baik terhadap berbagai pemicu. Para ilmuwan berteori bahwa keragaman lingkungan tempat tinggal seseorang berdampak langsung pada kesehatan melalui microbiome. Hilangnya keragaman ini diduga menjadi penyebab munculnya disregulasi sistem kekebalan tubuh. Dengan bercocok tanam, kamu akan kontak langsung dengan tanah, memungkinkan microbiome tanah berpindah dan berkoloni di kulit kamu. Dari kulit, microbiome akan menemukan jalan hingga ke dalam tubuh dan bekerja sama dengan microbiome tubuhmu. Jadi, microbiome tanah mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga kita juga jadi lebih sehat secara keseluruhan. Hasil riset dalam The Science of the Total Environment juga mengindikasikan bahwa paparan microbiome tanah dapat mengurangi kecemasan dan stres. Sungguh cocok untuk membantu kondisi kita yang sedang terkurung pandemi ini, kan? Baca Juga Hati-Hati, Keseringan Stres Membuat Kulit Sering Bermasalah! 2. Umumnya Dilakukan di Luar Ruangan Bercocok tanam di dalam ruangan boleh-boleh saja dan lebih mungkin dilakukan bagi yang tinggal di kawasan perkotaan dengan lahannya terbatas. Nah, buat kamu yang punya peluang bercocok tanam di luar ruangan, manfaatkan hal ini karena beraktivitas di luar ruangan sangat bermanfaat, lho. Dalam situs web hyperbiotics, para ilmuwan di tahun 1960-an menemukan bahwa udara luar dapat membunuh mikroba patogen penyebab penyakit yang menyebar melalui udara. Riset lanjutan pada tahun-tahun berikutnya pun membuktikan bahwa sinar matahari memberikan perlindungan dari patogen, serta tenaga bagi sel imun spesifik yang disebut T-Cell. Namun, untuk kamu yang tidak bisa bercocok tanam di luar ruangan dan ingin mendapatkan manfaatnya, kamu tetap bisa mengusahakan udara segar dan masuknya sinar matahari dengan membuka jendela, terutama saat pagi hari. 3. Mengajak Tubuh Tetap Aktif Apabila jadwal aktivitasmu penuh sehingga tidak selalu bisa berolahraga, bercocok tanam membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk bergerak dan berolahraga. Dari artikel yang dirilis Iowa State University, bercocok tanam dapat digolongkan sebagai latihan olahraga sedang yang membuat otot-otot bekerja dan membantu membakar kalori. Misalnya, menggali tanah menggunakan otot tubuh bagian atas, punggung, dan kaki, diperkirakan membakar 150 kalori setiap 30 menit pada wanita dan 197 kalori pada pria. Atau melakukan penyiangan dan membersihkan gulma tumbuhan yang muncul di sekitar tanaman budidaya dan tidak diinginkan, diperkirakan membakar 138 hingga 181 kalori setiap 30 menit. Berolahraga selama 30 menit dalam sehari dengan frekuensi 5 kali dalam seminggu dapat memperkuat kekebalan tubuh, sehingga menghabiskan waktu bercocok tanam tidak hanya membuat tubuh tetap aktif, tapi juga membuat tubuh lebih kuat melawan patogen. 4. Meringankan Stres dan Memperbaiki Suasana Hati Saat pandemi seperti ini, sepertinya stres sudah bukan hal asing, ya. Suasana hati pun bisa dengan cepat naik turun, karena membaca berita-berita tentang pandemi yang rasanya tak kunjung membaik. Nah, dengan bercocok tanam di luar ruangan, ternyata bisa membantu meningkatkan suasana hati dan meringankan stres, nih. Salah satu penelitian berjudul Gardening Promotes Neuroendocrine and Affective Restoration from Stress menemukan bahwa kegiatan bercocok tanam dan membaca buku sama-sama menurunkan level kortisol yang menjadi indikator stres dalam tubuh. Menariknya, kelompok yang bercocok tanam mengalami penurunan lebih signifikan dan suasana hati kembali positif sepenuhnya jika dibandingkan dengan kelompok pembaca yang suasana hatinya malah kadang jadi memburuk. Baca Juga Benarkah Mood Kamu Dipengaruhi Microbiome? 5. Memberikan Semangat Positif ​ Berinteraksi dengan tumbuhan yang kamu tanam dan rawat dengan penuh perhatian ikut menumbuhkan kesabaran dan membangun kembali koneksi dengan alam. Bercocok tanam memberikan kamu harapan, tujuan, dan kontrol baru yang dapat dibawa ke dalam aspek lain dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bercocok tanam, kita bisa fokus dan ambil bagian dalam sesuatu yang positif. Perasaan senang saat melihat bibit mulai bertunas atau ketika tiba saatnya panen, akan selalu dinanti-nantikan dan membuat kamu jadi pribadi lebih positif. 6. Hasil Panen Sendiri Lebih Sehat Jika kamu mulai bercocok tanam dan menanam tumbuhan yang kelak dapat dikonsumsi, kamu dapat menjaga dan mengontrol tumbuhan tersebut agar tetap alami alias organik. Dengan mengurangi paparan pestisida, pupuk, dan kimia sintetis lainnya, hasil tanaman juga akan lebih sehat. Paparan terhadap kimia-kimia sintetis dalam sayur dan buah yang kita makan pada jangka panjang telah diasosiasikan dengan perkembangan kanker dan masalah kesehatan lainnya. Saat ini, telah banyak tersedia pilihan pestisida dan pupuk organik untuk mendukung cocok tanam organik. Dikutip dari situs web makanan yang ditanam sendiri secara organik mengandung lebih banyak vitamin dan mineral. Tentunya bukan rahasia lagi bahwa vitamin dan mineral sangat esensial bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan pencernaanmu. Nah, semoga keraguan kamu untuk mulai bercocok tanam dapat terjawab, ya. Tidak perlu langsung memilih tanaman yang butuh perawatan ekstra seperti paku gunung, gardenia, atau ketapang biola. Ada beberapa tanaman hias yang perawatannya mudah dilakukan, misalnya lidah buaya, kaktus, lavender, english ivy, lidah mertua, dan lain-lain. Kalau kamu masih punya banyak pertanyaan terkait kesehatan microbiome, mampir ke Nusantics Blog atau mampir ke laman Microbiome Story, ya! Referensi Bolen, Barbara. “Is Gardening Good for Your Stomach?” Verywell Health, 22 Dec. 2020, Liddicoat, Craig et al. “Naturally-diverse airborne environmental microbial exposures modulate the gut microbiome and may provide anxiolytic benefits in mice.” The Science of the total environment vol. 701 2020 134684. doi R, Aga. “Why We’ve Taken to Gardening This Year.” Hyperbiotics, 24 Apr. 2020, Rindels, Sherry. “Gardening for Exercise.” Horticulture and Home Pest News, 10 Nov. 1993, Van Den Berg, Agnes E., and Mariëtte H. G. Custers. “Gardening Promotes Neuroendocrine and Affective Restoration from Stress.” Journal of Health Psychology, vol. 16, no. 1, Jan. 2011, pp. 3–11, doi